Sebagai Alat Pembayaran, Kenali Perbedaan E-Money dan E-Wallet

0
1166
E-Money dan E-Wallet
E-Money dan E-Wallet

E-Money dan E-Wallet mungkin sudah tidak asing ditelinga kalian, apalagi buat kalian yang anti ribet-ribet club dalam hal pembayaran. Yups, keduanya merupakan alat pembayaran. Sebelumnya baca artikel Sejarah Uang Digital Serta Pengertian E-Money dan E-Wallet.

Di era digital ini semakin marak penggunaan E-Money dan E-Wallet. Tapi masih banyak yang menganggap keduanya sama saja.

E-Money dan E-wallet diciptakan agar konsumen dapat mempermudah dalam melakukan pembayaran. Buat kalian pengguna keduanya perlu tahu setidaknya perbedaan E-Money dan E-Wallet.

Perbedaan E-Money & E-Wallet

Perbedan E-Money dan E-Wallet
Perbedan E-Money dan E-Wallet

1. Chip Based VS Server Based

E-Money dalam kemunculannya pertama kali diperkenalkan dengan basis chip (bahkan hingga kini) yang tertanam dalam sebuah kartu atau media lainnya (chip based). Berbeda dengan E-Money, penggunaan E-Wallet merujuk pada uang elektronik yang basisnya pada server, sehingga dalam penggunaannya, konsumen harus terkoneksi dengan server penerbit dan internet.

2. Jangkauan Penggunaan

Untuk jangkauan penggunaannya, E-Money memang merambah lebih luas daripada E-Wallet di mana uang elektronik atau E-Money banyak dimanfaatkan untuk transaksi sehari-hari. Transaksi tersebut antara lain pembayaran jalan tol, tiket jalan tol, transaksi pembelian tiket tempat hiburan, dan lain sebagainya.

Baca juga:   Daftar Nama Domain Negara di Dunia

Namun demikian, E-Wallet juga memiliki fasilitas yang tidak tersedia di E-Money, di antaranya adalah fitur pembayaran untuk kebutuhan rutin seperti token listrik, tagihan V kabel, tagihan BPJS dan lain sebagainya.

3. Pengisian Saldo

Untuk pengisian saldo, E-Money dan E-Wallet memiliki kesamaan di mana keduanya dapat mengisi saldo melalui jaringan penerbit uang elektronik seperti mesin EDC, ATM, internet bankingmobile banking, atau juga bisa melaluimerchant gerai ritel.

4. Maksimal Saldo

Perbedaan lain yang mecolok dari E-Money dan E-Wallet adalah terletak pada maksimal saldo atau uang yang bisa dimasukkan di dalamnya.

Untuk E-Money, maksimal saldo yang bisa dimasukkan hanya sebesar Rp1 juta, sedangkan E-Wallet bisa lebih besar, yakni sebesar Rp10 juta.

5. Biaya Isi Ulang

Seperti yang kita ketahui bersama, secara umum pengisian ulang di jaringan miliki penerbit E-Money tidak ada biaya yang dipungut, sedangkan di luar jaringan penerbit, biayanya akan bervariasi.

Baca juga:   Sejarah Uang Digital Serta Pengertian E-Money dan E-Wallet

Sejak tanggal 20 Oktober 2017 silam, isi ulang dibatasi maksimal Rp750 ribu untuk transaksi di atas Rp200 ribu apabila dilakukan di jaringan penerbit E-Money.

Untuk pengisian ulang di luar jaringan penerbit dengan nominal berapapun akan dikenakan biaya sebesar Rp1.500 per transaksi yang dilakukan.

Itulah beberapa perbedaan E-Money dan E-Wallet. Perlu kalian ketahui keduanya adalah terobosan baru dalam dunia pembayaran. Tetap berhati-hati saat menggunakannya karena sudah banyak kasus kejahatan seperti cybercrime, yang bisa dengan mudahnya mengakses informasi mengenai uang atau dompet digital tersebut.

Lindungi kartu maupun akun Anda dan jangan dibagikan atau dipinjamkan kepada siapapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here