Pemerintah Resmi gunakan Skema ‘Whitelist’ untuk Blokir IMEI Ponsel Ilegal (BM) di Indonesia

0
66

Pemerintah Mengumumkan melalui tiga kementerian yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menggunakan skema whitelist untuk memblokir ponsel ilegal di Indonesia.

Kebijakan ini mulai berlaku efektif mulai 18 April 2020 untuk Blokir IMEI Ponsel Ilegal atau BM (black market) dengan menggunakan skema pemblokiran whitelist.

Apa itu Skema Whitelist?

Skema pemblokiran whitelist menerapkan mekanisme “normally off”, di mana hanya ponsel IMEI legal/terdaftar saja yang bisa tersambung ke jaringan operator seluler. Metode ini bertujuan agar konsumen mengetahui ponselnya ilegal atau tidak, sebelum membeli ponsel. Dengan skema whitelist, nantinya ponsel ilegal yang terdeteksi sejak awal tidak akan mendapatkan sinyal  dan layanan dari operator seluler.

Perangkat yang sudah aktif sebelum masa berlaku 18 April 2020 akan tetap dapat digunakan dan tersambung ke jaringan bergerak seluler sampai perangkat tersebut tidak ingin digunakan lagi atau telah rusak. Jadi untuk kamu yang sudah terlanjur menggunakan ponsel BM sebelum 18 April 2020 tidak diperlukan registrasi individual.

Baca juga:   Perbedaan antara HTTP dan HTTPS yang perlu kamu ketahui

Ponsel yang IMEI nya tidak terdaftar setelah tanggal 18 April 2020 akan digolongkan sebagai Ilegal. Ponsel tidak akan bisa mengakses jaringan telekomunikasi dari operator baik itu sms, telepon ataupun akses internet.

Lalu bagaimana jika ingin membeli ponsel BM dari luar negeri setelah aturan berlaku pada 18 April 2020? Nantinya pemerintah akan menyediakan sistem aplikasi online yang dapat digunakan untuk mendaftarkan perangkat. Sistem ini akan aktif setelah 18 April 2020.

Begitulah cara pemerintah indonesia melindungi konsumen dan industri dari ponsel Ilegal atau BM (black market). Apakah kalian setuju dan mendukung dengan kebijakan ini? Atau ada pendapat lain, yuk tulis di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here