Fakta-fakta Mengenai Larry Tesler, Sang Penemu Copy Paste

0
145
Larry Tesler

Larry Tesler, seorang ilmuwan komputer yang secara luas dikreditkan dengan fungsi copy paste alias copas yang sekarang hampir di mana-mana pengguna telah menggunakannya, telah meninggal di usia 74 tahun pada 16 Februari 2020.

Pria yang lahir di New York tahun 1945 itu menempuh pendidikan ilmu komputer di Stanford, menurut Gizdomo.

Dalam dunia teknologi Larry memang tidak sepopuler Steve Jobs atau Bill Gates. Tapi hasil kerjanya sangat terasa dalam kehidupan kita semua, para pengguna komputer sekarang.

Mari mengenal lebih dekat sosok Larry Tesler, simak fakta-fakta berikut ini:

Perjalanan karier

Tesler mulai bekerja di Silicon Valley pada awal 1960-an, pada saat komputer tidak dapat diakses oleh sebagian besar orang. Lalu pada era 70-an Larry bekerja di sebuah lembaga riset milik perusahaan fotokopi Jepang, Xerox PARC. Disana mereka berusaha menciptakan purwarupa komputer PC seperti kita kenal sekarang. Dan ditempat inilah fungsi cut, copy dan paste dibuat.

CEO Apple kala itu Steve Jobs tertarik untuk merekrutnya. Di Apple, Larry Tesler menghabiskan 17 tahun dan naik jabatan menjadi kepala ilmuwan. Setelah meninggalkan Apple, ia bekerja untuk periode singkat di Amazon dan Yahoo.

Sejak 2009, Tesler menjadi konsultan UX yang berbasis di California. Beberapa karya Tesler dapat dilihat di halaman LinkedIn dan situs pribadinya.

Baca juga:   Kenali Bahaya Social Engineering Dan Cara Menghindarinya

Awal mula fungsi Cut, Copy dan Paste

Kala itu, tim Xerox memiliki sebuah program pengolah dokumen (mode-based editor) bernama Bravo, yang rumit sekali dipakai untuk menggandakan kalimat atau kode tertentu. Ada yang masih ingat DOS? Nah untuk menggandakan kalimat perintah tertentu, programmer harus mengetikkan perintah terlebih dulu sebelum kata-katanya bisa diubah seperti dalam DOS. Mengetik standar pakai bravo intinya ribet banget.

Tesler lantas menciptakan Gypsy untuk anak usaha Xerox bernama Ginn & Company—perangkat lunak yang lebih sederhana dalam memasukkan fungsi-fungsi pengolahan kata, cukup memakai keyboard dan mouse. Sederhananya, Tesler menghasilkan sebuah user interface yang selalu siap diedit, berbeda dari program-program sebelumnya. Fungsi itulah yang lambat laun disempurnakan menjadi bermacam perintah, termasuk copas.

Saat diwawancarai Douglas K. Smith dan Robert C. Alexander dalam buku Fumbling the Future: How Xerox Invented, then Ignored, the First Personal Computer, Tesler sejak awal membayangkan fungsi copas akan membantu orang awam bekerja lebih cepat dengan komputer.

“Program komputer seharusnya mudah dipelajari. Dalam bayangan saya, orang yang baru pertama mengenal komputer bisa mulai mempelajari dasar-dasarnya jam delapan pagi, lalu sudah bisa mengetik cepat jam 10 siang,” ujarnya.

Baca juga:   Dua Cara Mengatasi Sistem Windows 10 Yang Lambat

“Fungsi pengetikan itu harus diakui revolusioner pada masanya. Sekarang semua orang yang bekerja dengan program pengolah kata sudah tak lagi memakai mesin tik. Tapi saat itu jelas komputer belum lazim, saya menciptakan [gypsy] pada 1975.”

Tidak hanya Copas

Sebagai ilmuwan komputer Larry tidak hanya menciptakan fungsi copy paste. Pada saat di Apple ia mengerjakan sejumlah produk termasuk Macintosh, QuickTime, Lisa, dan tablet Newton.

Macintosh dan Lisa adalah komputer pribadi pertama yang mempopulerkan operasi cut dan copy-and-paste, sebagian besar berkat keterlibatan Tesler.

Dia juga diakui komunitas komputer sedunia sebagai orang pertama yang mencetuskan istilah ‘browser‘ alias peramban, dua puluh tahun sebelum konsep itu diwujudkan lewat penemuan Internet. Tesler menuliskan konsep itu di majalah Byte pada 1981, saat terlibat pengembangan Smalltalk interface.

“Dengan Smalltalk, programer bisa meninggalkan browser sejenak untuk melakukan pekerjaan lain,” ujarnya.

Intinya, meski tak setenar para ilmuwan komputer lain, sumbangannya terhadap kemajuan teknologi komputer sangatlah berarti. Jadi saat kalian menggunakan fungsi copas ingat-ingatlah Larry Tesler.

Quote Larry Tesler
Quote Larry Tesler

“Ada elemen kegembiraan yang sangat kuat, untuk bisa membagikan apa yang telah kamu pelajari dengan generasi berikutnya,”

-Larry Tesler

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here