Apa itu Web Cache? Ini Pengertian, manfaat, beserta jenis-jenisnya

0
90

Pengertian Web Cache

Web Cache merupakan komponen kecil dan bersifat menyimpan data-data dari website yang sudah dijalankan sebelumnya, sehingga tidak perlu untuk memulai dari awal ketika ingin menggaksesnya kembali. Dengan adanya cache ini, kita dapat mengakses situs website dengan waktu yang singkat, karena tidak perlu mengulang proses aksesnya.

Web cache adalah media penyimpanan sementara yang berisi data-data website yang telah diakses dan akan digunakan ketika website diakses kembali dilain waktu dengan tujuan mempercepat waktu akses.Dengan adanya Web cache, server hanya diminta untuk mengirimkan update data jika terdapat update pada website, karena browser akan mengulang akses ke website tersebut menggunakan cache.

Manfaat Web Cache

Manfaat dari adanya web cache adalah untuk Meningkatkan kecepatan akses website, Dapat menampilkan halaman website user meskipun website sedang down, Dapat menjadi bahan komparasi ketika terdapat perubahan pada halaman website, dan dapat digunakan untuk mengamati perkembangan website

Web cache dapat menjadi acuan/indikator dari artikel website yang terindeks terakhir kali oleh mesin pencarian, serta informasi yang ada pada cache akan selalu berubah dari waktu ke waktu berdasarkan informasi yang terdapat pada website yang diakses terakhir kali.

Jenis Web Cache

Pada dasarnya terdapat dua jenis web cache, yaitu:

  1. Client-Side Cache

Client-Side Cache berguna untuk menyimpan informasi website dari sisi client pada personal perangkat yang digunakan client. Jenis Client-Side Cache yang paling umum adalah Browser Cache.

Pada kebanyakan browser, seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, ataupun browser lainnya pasti memiliki Browser Cache. Ketika Kamu mencari informasi tertentu pada website, browser akan menyimpan datanya. Sehingga ketika Kamu mengaksesnya kembali, browser cukup menyajikan cache tersebut. Sayangnya, seperti etalase yang berukuran mungil, browser cache juga memiliki ruang yang agak sempit. Jadi, jangan heran kalau kamu perlu rutin membersihkan cache agar tidak kelewat menumpuk.

  1. Server-Side Cache

Server-Side Cache berguna untuk menyimpan informasi website dari sisi server atau sumber informasi website tersebut. Server cache merupakan data halaman website yang disimpan di dalam server alias sistem pusat.

Baca juga:   10 Website Belajar Coding Gratis, Membantu Kembangkan Skill Programming Kalian

Server cache memiliki beberapa macam cache, yaitu:

  • Full-page cache — berisi seluruh data dari halaman website. Seperti gambar, file HTML, stylesheet, dan banyak lagi;
  • Object cache — hanya menyimpan satu jenis data pada halaman website. Seperti gambar, database, dan lain-lain;
  • Opcode cache — menyimpan file-file PHP yang digunakan website. Dengannya, tiap request dapat dieksekusi file tersebut dengan lebih cepat;
  • CDN cache — tempat penyimpanan cache yang tersebar di berbagai negara. Ketika pengunjung mengakses website Kamu, server terdekat akan mengirimkan cache tersebut. Cache ini dapat Kamu gunakan setelah mengintegrasikan website dengan layanan content delivery network (CDN).

Dapat dikatakan Cache adalah proses yang digunakan oleh browser dan aplikasi untuk menyimpan informasi. Sementara cache bermanfaat untuk menghemat waktu dan data, cache juga bisa menjadi corrupt. Virus bisa mengunduh dirinya sendiri ke cache browser, lalu menginfeksi seluruh komputer. File juga bisa jadi sangat usang (karena sudah terlalu lama), jika cache tidak dibersihkan. Hal ini bisa menyebabkan halaman yang kamu lihat tidak relevan atau bahkan menyebabkan kesalahan. Cache juga biasanya memakan cukup banyak penyimpanan. Mengingat bahwa beberapa ponsel dan komputer memiliki penyimpanan yang terbatas, penting juga untuk cache tersebut dibersihkan. Kamu bisa menghapus cache pada perangkat atau aplikasi jika ponsel kamu mulai lambat atau crash.

Baca juga:   Mengatasi Tindakan Diblokir Di Instagram Sekaligus Penyebab Dan Pencegahannya

Cara Menghapus Cache

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menghapus cache adalah menghapus data yang tersimpan. Jadi, periksa baik-baik jika ada history yang penting, supaya tidak terhapus.

Google Chrome
  1. Buka Chrome, klik tiga titik vertikal di sudut kanan atas.
  2. Buka “More tools”
  3. Pilih “Clear browsing data”
  4. Centang pada kotak Cookie dan plug-in situs

Kamu bisa memilih jumlah data yang ingin dihapus. Mulai dari menghapus data di hari sebelumnya hingga dari awal menggunakan browser. Setelah menentukan pilihan tersebut, klik “Clear data”.

Mozilla Firefox

Klik tombol menu, pilih “History”, lalu “Hapus histori terbaru”. Pilih berapa banyak riwayat yang ingin kamu hapus dengan memilih rentang waktu, sama seperti proses yang dilakukan dengan Chrome. Kemudian, klik panah di samping Detail untuk memilih informasi apa yang akan dihapus. Lalu, klik tombol “Bersihkan Sekarang”

Android

Kamu bisa menghapus cache di Android untuk membebaskan ruang di ponsel melalui Pengaturan. Dalam Pengaturan, pilih menu Aplikasi, cari dan tentukan aplikasi mana yang ingin menghapus cache atau data. Tombol-tombol untuk membersihkan cache dan data aplikasi akan terlihat dan kamu bisa melihat seberapa banyak penyimpanan yang digunakan, lalu menghapusnya.

Sekarang kamu sudah tahu kan pentingnya cache? Tanpa kita sadari, ketika mengakses suatu website secara berulang, waktu yang dibutuhkan untuk mengakses website tersebut pasti lebih cepat dibandingkan saat mengakses saat pertama kali. Meskipun hanya berbeda beberapa detik saja, hal itu sangat berguna untuk penilaian SEO dan trafik website. itulah penjelasan mengenai Apa itu Web Cache, Pengertian, manfaat, beserta jenis-jenisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here